Alokasi Tugas Adaptif
adaptive task allocation
Ringkasan Singkat
Alokasi tugas adaptif adalah desain sistem yang memungkinkan pembagian tugas antara manusia dan mesin berubah secara dinamis berdasarkan kondisi operator dan status sistem.
Alokasi tugas adaptif (adaptive task allocation) merupakan pendekatan canggih dalam rekayasa faktor manusia. Berbeda dengan alokasi statis di mana peran manusia dan mesin ditetapkan sejak awal, alokasi adaptif bersifat fleksibel. Sebagai contoh, dalam kokpit pesawat modern, sistem otomatis mungkin mengambil alih lebih banyak tugas navigasi jika mendeteksi bahwa pilot sedang mengalami kelelahan ekstrem atau beban kerja yang sangat tinggi (overload).
Strategi ini bertujuan untuk menjaga performa sistem tetap optimal dan mencegah kegagalan akibat kesalahan manusia (human error). Hal ini melibatkan penggunaan sensor yang memantau parameter fisiologis atau kinerja operator. Keberhasilan alokasi tugas adaptif bergantung pada "kerjasama" yang lancar antara manusia dan teknologi, di mana sistem harus mampu memberikan informasi yang jelas kapan dan mengapa sebuah tugas dialihkan dari satu pihak ke pihak lain.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Parasuraman, R., & Sheridan, T. B. (2000). A model for types and levels of human interaction with automation.
- Reason, J. (1990). Human Error.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.